Kompilasi dan Interpretasi Java
Seperti diketahui, Java adalah bahasa pemrograman yang kode
programnya dikompilasi dan diinterpretasi. Meskipun pembuatan
aplikasi Java dapat dilakukan melalui IDE (Integrated Development
Environment), namun di sini kita memfokuskan pada tool command-
line untuk kompilasi dan interpretasi.
• Kompilasi
Kompilasi kode program Java dilakukan menggunakan tool
command-line yang bernama javac, atau biasa disebut kompiler
Java. Tahap kompilasi ini bertujuan untuk mengonversi kode sumber
ke program biner yang berisi bytecode, yaitu instruksi-instruksi
mesin. Contoh berikut memperlihatkan cara melakukan kompilasi
pada file program Coba.java (asumsi sudah berada di command-line
atau shell).
javac Coba.java
3
Saat mengompilasi kode program, kita juga diperkenankan untuk
menspesifikasikan versi rilis tertentu. Aturan dasar dalam spesifikasi
versi ini cukup sederhana, di mana versi terbaru dapat mengenali
versi-versi di bawahnya, namun tidak demikian sebaliknya. Sebagai
contoh, untuk mengetahui apakah kode program dapat berjalan di
versi 1.4 ataukah tidak, tambahkan opsi –source 1.4.
javac –source 1.4 Coba.java
Jika –source digunakan untuk menspesifikasikan rilis asal, opsi
–target berfungsi untuk menetapkan versi tujuan. Opsi-opsi lain yang
sering digunakan diperlihatkan sebagai berikut:
// Menetapkan lokasi file-file kelas (classpath)
javac -cp D:\java Coba.java
javac -classpath D:\java Coba.java
// Menetapkan lokasi file .class yang akan dihasilkan
javac -d D:\java Coba.java
// Hasil: file Coba.class diletakkan di D:\java
// Mendapatkan informasi mengenai apa yang dilakukan kompiler
javac -verbose Coba.java
// Mendapatkan informasi versi (developer)
javac -version
Sekadar catatan, untuk memudahkan pemanggilan kompiler, tam-
bahkan path yang berisi file-file executable (di direktori bin) ke
variabel sistem Path. Untuk lebih praktisnya, Anda bisa meng-
gunakan kotak dialog Environment Variables (melalui System
Properties).
Apabila Anda bekerja di lingkungan Unix/Linux, modifikasilah file
/etc/profile dengan menambahkan baris berikut:
PATH=/lokasi_instalasi/bin:$PATH
export PATH
• Interpretasi
Sebagaimana disinggung, kode program Java tidak dieksekusi di
komputer secara langsung, tetapi berjalan di atas komputer hipotesis
yang distandardisasikan, yang disebut Java Virtual Machine. Untuk
menginterpretasi bytecode, kita menggunakan tool bernama java,
atau biasa disebut interpreter Java. Pada saat menginterpretasi, Anda
4
tidak perlu menyertakan ekstensi file (.java atau .class), cukup nama
file saja.
java Coba
Untuk kasus program-program berbasis teks, hasil keluaran akan
langsung ditampilkan di command-line. Terkait hal ini, tool java
memungkinkan Anda untuk meng-capture hasil keluaran dan me-
nyimpannya di sebuah file.
Contoh perintah berikut akan menangkap hasil keluaran program
Coba dan menyimpannya di file coba.txt.
java Coba > coba.txt
Apabila Anda menggunakan perintah di atas pada aplikasi GUI,
maka file keluaran akan tetap diciptakan, namun tidak ada isinya
(dengan asumsi bahwa program tidak mencetak teks keluaran).